TEGUH WAHYUDI: KESINAMBUNGAN PELAJARAN DI KELAS-KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MEMBUAT KITA TETAP SURVIVE
728 x 90

TEGUH WAHYUDI: KESINAMBUNGAN PELAJARAN DI KELAS-KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MEMBUAT KITA TETAP SURVIVE

TEGUH WAHYUDI: KESINAMBUNGAN PELAJARAN DI KELAS-KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MEMBUAT KITA TETAP SURVIVE
TEGUH WAHYUDI: KESINAMBUNGAN PELAJARAN DI KELAS-KEGIATAN EKSTRAKULIKULER MEMBUAT KITA TETAP SURVIVE

Drs. Teguh Wahyudi, M.Pd dikenal dalam lingkup pendidikan Kabupaten Bekasi sebagai Kepala Sekolah SMKN 1 Cikarang Barat dan Wakil Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia PMI Kabupaten Bekasi periode 2015-2020.

Segudang prestasi telah diraihnya. Mulai dari finalis lomba Kompetensi Guru Produktif tingkat Nasional tahun 2016, pemenang lomba karya guru dalam symposium tingkat nasional tahun 2015, finalis lomba kepala SMK dalam pengembangan karakter bangsa tingkat nasional tahun 2010, juara III kepala SMK berprestasi tingkat propinsi jawa barat tahun 2013, serta juara I kepala SMK berprestasi tingkat Kabupaten Bekasi tahun 2013.

Dengan semua pencapaian tersebut, terbersit sekelumit rahasia sukses di dalamnya. Hal inilah yang hendak dibagi kepada PMI Kabupaten Bekasi.

“Dalam sebuah pencapaian hidup, sering kali kita melihat hasil akhir dengan mengesampingkan bagaimana proses panjang atau perjalanan hidupnya,”ujar pria kelahiran Bojonegoro 23 Juni 1962 ini. “Menjadi pemimpin di tempat kita bekerja misalnya. Kita harus memimpin rapat. Di kelas tidak ada itu pelajarannya. Kemampuan tersebut didapat dari organisasi atau ekstrakulikuler,”katanya menambahkan.

Berlatarbelakang pendidik (guru), alumni S1 dan S2 Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (IKIP—sekarang Universitas Negeri Malang, UM) ini paham betul bagaimana kesinambungan antara pelajaran di kelas dengan kegiatan ekstrakulikuler yang membuat seseorang kaya akan pengalaman, baik teori dan praktiknya, guna diterapkan di dalam hidup bermasyarakat, juga kecakapan soft skill yang amat berguna dalam menunjang pekerjaan seseorang. “Tak hanya dalam kehidupan sehari-hari, berorganisasi memiliki manfaat yang mampu menjadi penunjang dalam lingkup pekerjaan ke depannya. Khususnya, menjadi relawan Palang Merah. Sebab, dengan menjadi relawan kita belajar mengabdi kepada kemanusiaan. Menjadi seorang relawan Palang Merah adalah panggilan jiwa,”katanya.

BUKAN ORANG BARU

Beliaubukanlah orang baru dalam lingkup kepalangmerahan. Dalam pengabdiannya di PMI, ia pernah tercatat sebagai anggota PMR STM N (SMK N II) Bojonegoro tahun 1978 s.d 1981. Selepas lulus sekolah, ia pun melanjutkan pengabdiannya sebagai anggota KSR-PMI IKIP Malang tahun 1982 s.d 1985.

“Awal mulanya (antara tahun) 1978 atau 1979, waktu itu menonton TV. Zaman segitu adanya kan cuma TVRI. TV-nya Cuma satu. Nontonnya ramai-ramai di rumah pak lurah. Nah menayangkan tentang lomba KSR di Bojonegoro. Lomba tentang keslap se-Jatim. Sejak saat itu jadi tertarik. Di STM masuk PMR. (tahun) 81 masuk IKIP, 82 KSR,”ucapnya.

Untuk menjadi anggota KSR bukanlah hal yang mudah. Perlu mengikuti dan lulus dalam seragkaian tes yang telah disiapkan. “(persyaratannya) Diklat. Isinya tentang pengetahuan palang merah, P3K. Dididik tentang pikiran dan fisik. Yang nantinya akan mendapat semacam ijazah setelah melakukan diklat selama lebih kurang 150 jam,”ucapnya.

MANFAAT LAIN: MENAMBAH KEUANGAN

Sebagai anak kost dan rantau jauh dari rumah, tidak ada yang bisa diharapkan dalam hal pemasukan keuangan. Ternyata, turut aktif dalam organisasi memiliki dampak positif selain yang telah dipaparkan di atas.

“(pada saat kuliah memang mendapat) Beasiswa. Tapi dengan ikut organisasi, bisa makan gratis. Ke luar daerah cuma-cuma. Untuk menambah pemasukan juga menjadi pembina PMR-KSR di STM Nasional Malang dan ITN (Institut Teknologi Nasional) Malang. Serta tahun 85 jadi pembina relawan PMR se-Kota Malang. Bahkan mendirikan PMR di SMA 2, 4, PGRI, dan STM Nasional. Menjadi relawan ya memang begitu. Karena menjadi relawan Palang Merah adalah sebuah panggilan jiwa,”ujarnya.

PENGABDIAN BERLANJUT​

Lulus kuliah pada tahun 1986, sebagai guru honorer di STM Nasional Malang, pengabdiannya masih belum berhenti. Pria 55 tahun ini masih aktif sebagai tenaga sukarela (TSR) PMI kodya Malang sekaligus sebagai Pembinan PMR SMA N 2 Malang, dan STM Nasional Malang tahun 1986 sd 1993. Setelah diangkat menjadi guru CPNS tahun 1994, beliau ditempatkan di di STM N I Bekasi (SMK N I Cikarang Barat). Saat di angkat menjadi kepala SMK 1 Tarumajaya, beliau juga mendirikan PMR di sana sampai organisasi tersebut mendapat pengakuan dari PMI Kabupaten Bekasi.

“Di Tarumajaya bersemangat lagi. Kita buat PMR-nya. Sampai alhamdulillah diangkat menjadi anggota PMI Kabupaten Bekasi. Itu tahun 2007 (sebagai anggota PMI kabupaten Bekasi), tahun 2010 sebagai wakil sekretaris PMI. Sejak tahun 2015 sampai sekarang sebagai Wakil pengembangan SDM PMI Kabupaten Bekasi,”katanya.

Prestasi dalam pengabdian di PMI pun tak bisa dibilang sedikit. Mulai dari Juara 1 putra lomba Kesehatan Lapangan (keslap) beregu tingkat provinsi di Ngajuk Jawa Timur tahun 1983 dan sebagai ketua kontigen Lomba Jumtek (jumbara-temu karya) sekaligus mencapai juara 3 kategori A tingkat propinsi Jawa Barat.

“Ya, jadi itulah manfaat yang banyak dari organisasi, khususnya Palang Merah. Kita akan mendapat pelajaran berharga yang tidak didapat di dalam kelas. Kesinambungan pelajaran di kelas dengan kegiatan ekstrakulikuler yang membuat seseorang tetap survive.”katanya menutup.

Riwayat Pendidikan:

STMN Bojonegoro, Jawa Timur (lulus tahun 1981)

S1FPTK jurusan Pendidikan Teknik Mesin IKIP/UM Malang (lulus tahun 1985)

S2FPS Teknologi Pengajaran IKIP/UM Malang (lulus tahun 1993)

S3UNJ Teknologi Pendidikan (sampai sekarang)

 

RiwayatPekerjaan:

TimPengembang Kurikulum tingkat Provinsi Jawa Barat (tahun 2014 sampai sekarang),

Pembahas spektrum Kurikulum 2013 untuk SMK 3 tahun maupun SMK 4 tahun (tahun 2014 sampai sekarang)

Instruktur Kurikulum 2013 tingkat provinsi (tahun 2013 sampai sekarang)

Instuktur Nasional (IN) Kurikulum 2013 (tahun 2013 sampai sekarang)

 

Penulis: Muhammad Rachdian Al Azis

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>