SELAMAT ULANG TAHUN PALANG MERAH INDONESIA
728 x 90

SELAMAT ULANG TAHUN PALANG MERAH INDONESIA

SELAMAT ULANG TAHUN PALANG MERAH INDONESIA
SELAMAT ULANG TAHUN PALANG MERAH INDONESIA

24 Juni 1859 di Solferino, Italia.Suatu tempat di antara Milan dan Verona. Pada waktu itu perang berkecamuk. Di tengah hari pasukan Austria dan Prancis masih bertempur sengit.Sore harinya, 40.000 prajurit tewas bergeletakan. Tak satu orang pun yang mencoba memperbaiki keadaan. Kecuali satu orang berkebangsaan Swiss, Henry Dunant.

Rachdian Al Azis, Cibitung

Foto: Muhammad Rachdian Al Azis/Cikarang Ekspres

Begitulah sekelumit kisah tentang sejarah pembentukan gerakan kepalangmerahan di dunia yang dipaparkan Wakil Ketua Sumber Daya Manusia PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Bekasi, Teguh Wahyudi saat dihubungi awak media Cikarang Ekspres jelang perayaan Hari Ulang Tahun PMI yang jatuh pada hari Sabtu (17/9).

“Kebetulan saja ia melewati daerah itu untuk urusan bisnis. Ia ngeri menyaksikan ribuan prajurit menderita tanpa pelayanan medis. Lalu ia mengajak penduduk setempat untuk merawat para prajurit dan menekankan bahwa prajurit dari kedua belah pihak harus diberi perawatan yang setara. Itu semua terangkum dalam karyanya yang berjudul A Memory of Solferino atau Kenangan dari Solferino,”katanya.

Teguh melanjutkan, inilah yang mengilhami lahirnya ICRC (International Committee Red Cross) atau Palang Merah Internasional di tahun 1863 dan kemudian melahirkan gerakan kemanusiaan di seluruh dunia di bawah payung Palang merah, termasuk di Indonesia pada 17 September 1945 dan diketuai Moh. Hatta.

“Jadi, PMI menginduk pada ICRC. PMI sendiri dibagi lagi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,”ucapnya.

Pria yang sudah aktif di kegiatan kepalangmerahan sejak duduk di bangku kuliah ini mengatakan, PMI masih eksis sampai sekarang karena tetap mengedepankan asas kemanusiaan.

“Sekarang memang sudah tidak ada perang. Tapi apakah palang merah berhenti begitu saja? PMI masih tetap eksis dengan mengedepankan tujuh prisip dasarnya, yaitu (1) Kemanusiaan, (2) Kesamaan, (3) Kenetralan, (4) Kemandirian, (5) Kesukarelaan, (6) Kesatuan, (7) Kesemestaan. Ini terejawantah dalam banyak program seperti pengelolaan transfusi darah, posko penanggulangan bencana, dan pertolongan pertama pada kecelakaan,”ucapnya.

PMI Kabupaten bekasi banyak menuai prestasi. Seperti juara 1 lomba buletin pada Jumbara Jabar 2014, seorang relawannya mewakili Indonesia dalam proses evakuasi Badai Haian di Filipina

“Yang terakhir, lima anggota PMR Kabupaten Bekasi mewakili PMI Jawa Barat di Jumbara nasional dan meraih juara tiga nasional Agustus lalu.” Pungkasnya (*)

 

Sumber:

Harian Umum Cikarang Ekspres (Jawa Pos Group) tanggal 17 September 2016 hlm 1

Berita bersumber dari media luar. Tidak mewakili pendapat dan posisi dari PMI Kabupaten Bekasi

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked with *


0 Komentar

?>